Info Terkini.blogspot.com

Senin, 13 Februari 2017

Ada apa dengan Irish Bella Tak Lagi Rayakan Hari Valentine


Pemain film Irish Bella saat ditemui di lokasi syuting sinetron Anugerah Cinta di Jalan Sepat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017). Di tahun 2017 ini Irish Bella berharap kariernya bisa makin cemerlang dan bisa mewujudkan impian yang belum dapat dicapainya di tahun 2016 lalu. misalnya saja merampungkan pembangungan rumah dan pergi berlibur ke Eropa. 

Momen Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang tidak menjadi sesuatu yang spesial bagi Irish Bella (20).
Pemilik nama asli Yris Jetty Dirk de Beule itu memilih untuk bekerja seperti biasa ketimbang merayakan seperti kawula muda lainnya.
"Besok sepertinya saya kerja dan nggak ngerayain," ujarnya saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).
Pemain film 'Me vs Mami' itu mengaku dirinya sudah sejak lama tidak pernah merayakan Hari Valentine
Selain karena dirinya memang tidak sedang mempunyai pasangan, Irish memiliki kesibukan yang sangat padat.
"Beberapa tahun belakangan ini (tidak merayakan Valentine). Sibuk sih," ungkap Bella.
Namun demikian, Bella mempunyai harapan dirinya akan mendapatkan sesuatu dari orang lain.
Sayangnya pemain sinetron 'Anugerah Cinta' itu tidak ingin memberitahu siapa sosok orang tersebut.
"Anything tapi diberi dengan rasa cinta. Malu ah (dari siapanya), nggak mau," kata pemain film 'Heart 2 Heart' tersebut.

Larangan hari valentine di Semarang

Larangan Perayaan Hari Valentien di Semarang

Semarang Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, menegaskan larangan perayaan Hari Valentine oleh pelajar tidak bersifat kaku.  Larangan itu hanya berlaku untuk kegiatan negatif. Dinas Pendidikan mengijinkan perayaan Valentine Day dengan kegiatan yang positif.
“Jika kegiatan dalam rangka Valentine Day sifatnya positif, misalnya bakti sosial ya, tentu tidak ada larangan. Sekali pun itu diselenggarakan di lingkungan sekolah,” kata Bunyamin di Semarang, Senin (13/2/2017).
Sebelumnya dinas mengeluarkan Surat Edaran (SE) tertanggal 10 Februari dengan nomor 003/816 tentang larangan perayaan Hari Valentine. Namun edaran itu justru mengejutkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi karena belum ada koordinasi.
Bunyamin menyebutkan penerbitan Surat Edaran (SE) tertanggal 10 Februari 2017 dengan nomor 003/816 itu, dimaksudkan untuk menghindari keterlibatan siswa didik baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah pada hal-hal yang bertentangan dengan agama dan budaya.
“Kalau perayaannya diadakan dengan melanggar norma budaya dan agama ya jelas kami larang,” katanya. 
Menurutnya, pelarangan itu untuk membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan terhindar dari kegiatan yang bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya Indonesia. Edaran yang ditujukan kepada semua Kepala Sekolah SMP ini agar meneruskan ke orang tua dan meminta mengawasi putra-putrinya.
Menanggapi hal ini, Witono, salah seorang wali murid menyebutkan bahwa itu adalah kebijakan aneh. Untuk hal negatif, tanpa dilarang sekalipun, tentu penyelenggaranya akan sembunyi-sembunyi.